Download Joomla Templates by NewJackets

Mahasiswa Bermental Technopreneur Siap Berkompetisi dalam Pasar Kerja Global

Published: Tuesday, 17 May 2016

Seminar Technopreneur STMIK Jenderal A. Yani

"Di beberapa portal proyek IT seperti freelancer.com serta remoteok.io, tingkat kepuasan atas kualitas pekerja IT Indonesia sudah menduduki ranking atas. Ranking 2 bahkan 1," demikian dikatakan Eko Suprapto Wibowo, salah satu pembicara Seminar Technopreneur di STMIK Jenderal A. Yani, Sabtu (14 Mei 2016) lalu. Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) STMIK Jenderal A. Yani ini mengusung tema "Strategi Menciptakan Peluang Bisnis Kreatif Berbasis IT". Eko Suprapto Wibowo, seorang project manager yang banyak bekerja secara remote, dan Arif Akbarul Huda (software engineer Qiscus Android Apps) menjadi pembicara pada seminar tersebut.

 

Seminar dibuka oleh Adkhan Sholeh selaku Wakil Ketua bidang Kemahasiswaan STMIK Jenderal A. Yani. Dalam sambutannya, Adkhan Sholeh mengatakan bahwa STMIK Jenderal A. Yani mempunyai perhatian yang besar terhadap mahasiswa yang ingin mengembangkan wirausaha (bisnis), khususnya di bidang IT. "Dengan skill di bidang information technology (IT) yang digabungkan dengan semangat berwirausaha, akan tumbuh mental Technopreneur pada mahasiswa. Mental technopreneur ini sangat penting agar mahasiswa siap menghadapi iklim kompetisi global," demikian pesan Adkhan Sholeh kepada kurang lebih 80 peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa tersebut. Mereka berasal dari kampus-kampus di Yogyakarta seperti Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STiPRAM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Amikom, Akakom, dan STMIK Jenderal A. Yani sendiri.

Mengupas tema technopreneur, Eko banyak menceritakan pengalamannya menangani proyek-proyek IT offshore dan membagikan tipsnya kepada peserta seminar. Sedangkan Arif Akbarul Huda yang juga dosen di Amikom, menyampaikan contoh-contoh perusahaan IT sukses yang sebelumnya merupakan start up (bisnis rintisan) di bidang IT. Arif juga memberikan ilustrasi adanya gap antara dunia akademis dengan industri, yang menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk dapat mempersempit gap tersebut.

Acara berlangsung meriah, materi yang dirancang dengan baik mengundang banyak tanggapan dan respon dari peserta. Materi dimulai pemahaman technopreneurship dan tujuh inspirasi technopreneur. "Keterampilan Bisnis, Pengetahuan Teknis, Kerjasama adalah modal utama untuk sukses dalam technopreneur", ungkap Arif Huda saat membuka presentasi, "membuat road map karier, budaya self study dan pemilihan lingkungan yang tepat menjadi solusi jika berhadapan dengan teknologi yang terus berubah". Menurut Eko Suprapto, mahasiswa harus menyiapkan diri dengan teknologi kekinian karena dihadapkan dengan tuntutan jaman dan juga persaingan global melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). "Mahasiswa diharapkan untuk dapat berkontribusi secara aktif di komunitas, tidak cuma lokal saja, kalau bisa secara global. Untuk itu Bahasa Inggris adalah modal utama". Sesi presentasi dilanjutkan dengan sharing pengalaman lapangan dari dua pembicara. Beberapa peserta melemparkan pertanyaan yang bagus dan berbobot.

Peserta mengungkapkan manfaat acara ini dan meminta agar acara ini kembali diselenggarakan. Selain itu sebuah tawaran menarik langsung disampaikan oleh Eko Suprapto, agar mahasiswa STMIK Jenderal A. Yani membuat Python study club di mana Eko berjanji akan membagikan pengalaman dan pengetahuannya secara tatap muka langsung (meet-up).

STMIK Jenderal Achmad Yani

  • Alamat :
    Ring Road Barat, Banyuraden, Gamping,
    Yogyakarta 55293
  • Telepon :
    (0274) 522.489 - Fax (0274) 552.851
  • Contact Person :
    0851.0186.1996